TNI AL Tangkap MT Strovolos Buronan Pemerintah Kamboja

183

garudaonline – Medan | TNI Angkatan Laut melalui unsur Komando Armada I KRI John Lie-358 berhasil menangkap kapal Tanker MT Strovolos yang melakukan pelanggaran di perairan Anambas Kepulauan Riau.

“Intensitas operasi laut yang dilakukan TNI AL dalam hal ini Koarmada I membuahkan hasil. KRI John Lie-358 menangkap kapal tangker MT. Strovolos di wilayah perairan Anambas yang merupakan perairan teritorial Indonesia,” kata Panglima Koarmada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Arsyad Abdullah, Rabu (25/8)

Penangkapan kapal tangker berbendera Bahamas itu berawal dari nota diplomatik red notice yang dikeluarkan oleh pemerintah Kamboja melalui kedutaan besarnya tertanggal 24 Juli 2021 tentang permohonan dukungan otoritas terkait di Indonesia untuk menahan kapal MT. Strovolos. Kapal tersebut diduga melakukan tindak pidana pencurian sekitar 300.000 barel minyak mentah dari Kamboja.

“KRI John Lie-358 yang saat itu melaksanakan operasi penegakkan kedaulatan dan patroli keamanan di wilayah yurisdiksi nasional berhasil mendeteksi serta mengamankan MT. Strovolos di perairan Anambas,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan awal, MT. Strovolos dengan Nakhoda berinisial SSM yang berkebangsaan Bangladesh membawa 19 Orang ABK, 13 orang diantaranya berkewarganegaraan India, 3 orang warga negara Bangladesh dan 3 orang warga negara Myanmar.

Kapal itu memuat Crude Oil 297.686,518 Gross BBLS yang berlayar dari Thailand menuju Batam dengan tidak mengaktifkan AIS (Automatic Identification System) ketika melakukan pelayaran di wilayah perairan Indonesia. Kapal tersebut juga melakukan lego jangkar tanpa ijin di wilayah teritorial Indonesia.

KRI John Lie-358 selanjutnya mengawal Mt. Strovolus menuju Batam untuk diserahkan dan diproses lanjut oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam pada Jumat (30/7/21). Kapal dan awak kapal langsung dilakukan karantina sesuai protokol Covid-19 sebelum dilaksanakan penyelidikan lanjutan oleh Lanal Batam.

“Sampai dengan saat ini proses hukum perkaranya telah dilaksanakan penyerahan tahap I dari Penyidik TNI AL kepada Kejaksaan Negeri Batam. Selanjutnya menunggu proses P-21 atau dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Batam,” jelas Pangkoarmada I

Dia menambahkan keberhasilan penangkapan ini secara umum tidak terlepas dari adanya kerja sama dan koordinasi serta hubungan baik antar negara kawasan Asia Tenggara, dan secara khusus koordinasi antara TNI Angkatan Laut dengan Kementerian Luar Negeri RI.

“TNI AL berusaha selalu hadir dengan melaksanakan patroli di Wilayah Perairan Yurisdiksi Nasional guna menjaga kedaulatan Negara dan melakukan penegakkan hukum. Penangkapan MT. Strovolos merupakan salah satu wujud nyata yang dikerjakan jajaran Koarmada I melaksanakan perintah dan komitmen dari pimpinan TNI AL,” paparnya

Nakhoda Kapal MT. Strovolos ditetapkan sebagai tersangka yang diduga melakukan lego jangkar di laut teritorial Indonesia tanpa ijin. Dia dijerat Pasal 317 Jo Pasal 193 ayat (1) Undang-Undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000.

(nor)

Berita sebelumyaPemkab Langkat Gelar Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial
Berita berikutnyaKasus Pengendalian Sabu 52 Kg, Kalapas Apresiasi Jaksa yang Tuntut Napi dengan Pidana Mati