Tok! Dua Pengedar Sabu 8 Kg Divonis 18 Tahun Penjara

187
Majelis hakim membacakan amar putusan

garudaonline – Medan | Dua pengedar narkotika jenis sabu seberat 8 kilogram (5 kilogram di antaranya ditemukan di Mess Pemko Tanjung Balai), Jimmy Sitorus Pane alias Jimmy (51) dan Chairuddin Panjaitan alias Rudi (31) divonis masing-masing selama 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

Putusan terhadap kedua warga Tanjung Balai ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Sayed Tarmizi di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/4/2021).

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada kedua terdakwa masing-masing selama 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan,” pungkas hakim Sayed Tarmizi dalam sidang virtual.

Dalam amar putusan majelis hakim, hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas peredaran narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali.

“Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandas hakim. Usai mendengar vonis tersebut, kedua terdakwa sontak kaget dan memohon agar diringankan.

“Tolong diringankan pak,” ucap Jimmy yang dibenarkan oleh Chairuddin. Ketika hakim menanyakan apakah terima dengan vonis itu, kedua terdakwa melalui penasehat hukum (PH)-nya menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umun (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut kedua terdakwa masing-masing selama 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU Chandra Priono Naibaho, pada tanggal 25 September 2020 lalu, terdakwa Jimmy Sitorus Pane alias Jimmy disuruh oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal mengambil 2 kaleng roti besar.

Di dalam kaleng itu terdapat 10 bungkus plastik teh cina masing-masing berisi sabu 1 kilogram, dengan total 10 kilogram yang telah diletakkan di Jalan Mesjid Tanjung Balai. Lalu, Jimmy bersama terdakwa Chairuddin Panjaitan mengambil kaleng tersebut dan membawanya ke Medan.

“Pada tanggal 26 September 2020, kedua terdakwa menginap di Kamar Nomor 205 Mess Pemko Tanjung Balai Jalan Karya Jaya Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor,” ujar JPU.

Kemudian, kedua terdakwa menyimpan sabu 10 kilogram itu di dalam lemari kamar. Sekira jam 19.00 WIB, kedua terdakwa pergi mengantarkan sabu 2 kilogram kepada Ijal (DPO) di Jalan SM Raja Medan.

Satu jam kemudian, kedua terdakwa kembali mengantarkan sabu 3 kilogram ke Jalan SM Raja. “Saat Jimmy meletakkan sabu 3 kilogram di aspal jalan, tiba-tiba datang petugas Polrestabes Medan langsung melakukan penangkapan,” ucap Chandra.

Selanjutnya, petugas juga menyita 2 kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik teh cina berisi sabu 5 kg di penginapan kedua terdakwa. Keduanya mengakui telah membawa sabu 10 kilogram ke Medan.

Namun, sabu 2 kilogram telah berhasil diantar kepada Ijal dan keduanya mendapat upah sebesar Rp 40 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut.

“Selanjutnya, kedua terdakwa beserta barang bukti sabu 8 kilogram dibawa ke Polrestabes Medan guna pengusutan lebih lanjut,” pungkas JPU dari Kejari Medan itu.

(rd)

Berita sebelumyaKejari Medan Pindahkan 159 Tahanan Titipan Polisi ke Rutan dan Lapas
Berita berikutnyaKalemdiklat Polri dan Kapolda Sumut Tinjau Vaksinasi di Asrama Haji