Wanita Pengedar Narkoba di Labuhanbatu Ditangkap Bersama Kaki Tangan yang Diduga Residivis

142
Personel Satnarkoba Polres Labuhanbatu merilis kedua tersangka berikut barang buktinya

garudaonline – Rantauprapat | Seorang wanita di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara yang diduga merupakan pengedar narkoba ditangkap personel Satnarkoba Polres Labuhanbatu, Sabtu (9/10/2021).

Wanita berinisial SA alias Manohara (39) warga Dusun Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir ini ditangkap bersama kaki tangannya, RF alias Kiki (25) warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu.

Tersangka Kiki merupakan residivis yang baru selesai menjalani hukuman pada April 2021 lalu dalam kasus tindak pidana narkotika. Ia ditangkap di Jalan Karya, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti 2 bungkus plastik klip transparan berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu seberat 1 gram netto, 1 bungkus plastik klip transparan berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu seberat 0,38 netto dan 1 unit HP.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi, S.H., M.H mengatakan, penangkapan kedua tersangka diawali dengan penyelidikan terhadap tersangka Kiki.

“Kemudian kita kembangkan ke tersangka SA alias Manohara. Hasil pemeriksaan sementara, tersangka Manohara ini mengaku sudah 2 tahun mengedarkan narkotika jenis sabu. Ibu 4 orang anak ini mengaku meraup keuntungan sekitar Rp700.000 per minggu,” kata Martualesi.

“Adapun tersangka RF alias Kiki merupakan seorang residivis yang baru selesai menjalani hukuman pada April 2021 dalam kasus tindak pidana narkotika,” Martualesi menambahkan.

Dari hasil interogasi petugas, tersangka Manohara menjelaskan mendapat pasokan narkoba dari seorang warga Senna yang sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Labuhanbatu untuk proses selanjutnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) dari undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(wan)

Berita sebelumyaWakil Ketua Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Kapolda Jatim Tangani Pandemi Covid-19
Berita berikutnyaBeautify Indonesia dan Bank Mestika Gelar Sunatan Massal