Waspada Omicron, Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas Selama Nataru

177
Ilustrasi.
Ilustrasi.

garudaonline – Jakarta l Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi mobilitas, terutama pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022( Nataru).

Hal ini menyusul ditemukannya Covid-19 varian Omicron di dalam negeri. Demikian disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik sekaligus Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, kemarin.

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk mengurangi mobilitas, terutama dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini. Hindari kerumunan dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin untuk segera divaksin. Yang seharusnya mendapatkan dosis kedua, segera datangi fasyankes untuk mendapatkan dosis keduanya,” ujar Nadia.

Nadia berharap upaya bersama yang dilakukan dapat mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di Indonesia yang kini telah mencapai jumlah 47 kasus. Kemenkes sebelumnya telah mengumumkan adanya penularan varian Omicron yang 46 kasus merupakan imported cased atau kasus yang datang dari luar negeri.

“Kami sampaikan adanya satu kasus transmisi lokal di Indonesia. Sehingga total hingga hari ini ada 47 kasus Omicron, yang terdiri dari 46 kasus merupakan imported cased dan satu kasus adalah transmisi lokal,” paparnya.

Nadia menjelaskan bahwa kasus-kasus impor tersebut langsung diketahui sehingga dapat dilakukan karantina untuk mencegah penyebarannya ke luar, juga tracing terhadap kontak eratnya.

Namun, temuan satu kasus transmisi lokal menunjukkan terjadinya infeksi di antara anggota masyarakat di satu wilayah, meski tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Kasus transmisi lokal ini adalah seorang laki-laki, usia 37 tahun, tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri selama beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri,” ungkap Nadia.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan proses evakuasi bagi pasien untuk isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

“Dinas Kesehatan sudah melakukan koordinasi dengan Kemenparekraf dan dengan tempat-tempat riwayat perjalanan pasien, seperti restoran di SCBD, juga tracing ke pihak-pihak yang kontak erat dengan yang bersangkutan,” katanya. (DOD/Rel)

Berita sebelumyaMantan Kepala Bappeda Medan Ditangkap di Aceh
Berita berikutnyaTerima Kunjungan Sivitas Akademika STIN, Plt Sekjen Kemendagri Apresiasi Prodi Magister Intelijen Medik